Selamat Datang

Situs Kerja Sama Undana ini kami buat untuk memfasilitasi berbagi dalam keterbatasan. Kami berharap untuk terus meningkatkan pelayanan, tetapi sumberdaya yang kami miliki terbatas. Namun kami yakin kami bisa melakukan itu melalui dukungan berbagai pihak untuk saling berbagi dan membagikan. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Mohon berkenan berkunjung kembali agar kami bisa terus saling berbagi dan membagikan. Situs ini menggnatikan blog Kerja Sama Undana sebelumnya yang sedang kami arsipkan dan akan kami tutup.

Monday, 7 January 2019

Rekomendasi Rakornas Kemenristekdikti 2019: Memerlukan dukungan kerja sama

Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2019 (Rakernas Kemenristekdikti 2019) menghasilkan tujuh rekomendasi. Ketujuh rekomendasi tersebut mencakup rekomendasi di bidang (1) pembelajaran dan kemahasiswaa,. (2) kelembagaan IPTEK dan DIKTI, (3) sumberdaya IPTEK dan DIKTI, (4) riset dan pengembangan, (5) inovasi, (6) reformasi birokrasi, dan (7) pengawasan internal. Pelaksanaan ketujuh rekoendasi tersebut memerlukan dukungan kerja sama, baik dengan pihak dalam negeri maupun pihak luar negeri.

Rekomendasi bidang pembelajaran dan kemahasiswaan terdiri atas: (1) penyesuaian sistem dan kurikulum yang diintegrasikan dengan sistem pembelajaran online ataupun blended learning tanpa menambah SKS, (2) penyiapan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi dan kemampuan kerja dan sikap kerja (employability) melalui pemberian sertifikasi, peningkatan prestasi kemahasiswaan, dan pemberian pengalaman profesional, (3) pembentukan sikap mahasiswa dan lulusan yang toleran, empati, menghargai ragam budaya, dan cinta tanah air yang perlu diintegrasikan dengan pendidikan anti korupsi dan bela negara secara kurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler,  (4) pengajuan pembukaan prodi inovatif untuk bidang ilmu yang menjadi prioritas negara, dan (5) kemitraan dengan industri dalam perumusan kurikulum, pelaksanaan teaching industry, program multi-entry multi-exit system (MEME), dan magang industri, serta penjaminan mutu untuk penyelenggaraan pendidikan vokasi yang bermutu.

Bidang kelembagaan IPTEK dan DIKTI merekomendasikan kepada perguruan tinggi akademik agar: (1) menyesuaikan prodi dan kurikulum dengan mengintegrasikan literasi baru untuk merespon Revolusi Industri 4.0 dan menyiapkan diri menyambut beroperasinya perguruan tinggi luar negeri, kepada perguruan tinggi vokasi agar: (1) membuat rencana revitalisasi yang detil dan komprehensif, (2) mengimplementasikan program MEME, dan (3) membuka prodi baru kekinian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, dan kepada lembaga penelitian dan pengembangan agar meningkatkan akreditasi kelembagaannya.

Rekomendasi bidang sumberdaya IPTEK dan DIKTI terdiri atas: (1) perguruan tinggi dan LPNK menggunakan Rencana Induk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Tinggi sebagai acuan mengembangkan dan mengevaluasi program dan kebijakan, (2) perguruan tinggi dan LPNK mengevaluasi kualifikasi dan kompetensi SDM dengan menggunakan sistem informasi sumberdaya terintegrasi sebagai dasar pembukaan program studi dan sharing sumber daya manusia, (3) perguruan tinggi segera menyiapkan proses pembelajaran daring, mengubah mindset SDM, memanfaatkan sumberdaya industri, dan mengembangkan resource sharing guna menyiapkan diri memasuki Revolusi Industri 4.0, dan (4) menyiapkan skema multi-rekrutmen SDM yang sumber dayanya telah disiapkan oleh Kemenristekdikti melalui program beasiswa PMDSU dan LPDP, atau program lainnya.

Bidang Riset dan Pengembangan merekomendasikan: (1) perguruan tinggi, L2Dikti, dan LPNK agar lebih meningkatkan kualitas publikasi dengan antara lain mendorong para dosen dan peneliti serta mahasiswa untuk melakukan publikasi pada jurnal yang bereputasi, (2) perguruan tinggi, L2Dikti, dan LPNK agar memaksimalkan pemanfaatan SINTA untuk berbagai kegiatan di lingkungannya masing-masing, (3) prtguruan tinggi dan lembaga penelitian agar mendorong para peneliti untuk memperhatikan karya ilmiah lain baik dari peneliti dari luar negeri maupun luar negeri untuk menjadi referensi penelitian yang dikembangkan, (4) Dirjen dan pihak terkait agar segera menyelesaikan regulasi untuk semakin meningkatkan penggunaan dan pemanfaatan SINTA, baik untuk kepentingan akademis (kenaikan pangkat, renumerasi, dsb) maupun kepentingan pendukung terkait lainnya, (5) perguruan tinggi, L2Dikti, dan LPNK agar semakin mendorong para pihak terkait semakin meningkatkan output risbang dalam bentuk KI, (6) perguruan tinggi, L2Dikti, dan LPNK agar meningkatkan kerjasama pemanfaatan alat laboratorium dan kerjasama sumberdaya risbang, dan (7) perguruan tinggi, L2Dikti, dan LPNK agar berkoordinasi dengan unit yang ditugasi dalam menelaah dan mempertajam program dan anggaran risbang berdasarkan Perpres 38 Tahun 2018.

Bidang Inovasi merekomendasikan: (1) perguruan tinggi agar mempersiapkan implementasi RPERMEN Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi dengan cara memasukan ke dalam renstra, mempersiapkan sumber daya yang diperlukan, dan membangun jejaring dengan partner potensial, (2) mewajibkan pemangku kepentingan agar menggunakan Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV) sebagai alat ukur produk inovasi/calon produk inovasi sebagai sarana penentuan kebijakan, (3) mewajibkan pemangku kepentingan di bidang teknologi untuk berperan aktif dan bersinergi untuk membangun sistem nasional audit teknologi, (4) mendorong perguruan tinggi, LPNK, bisnis dan komunitas untuk membangun strategi pengembangan sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah, (5) Kemenristekdikti perlu menyusun kebijakan, mendampingi dan memfasilitasi penugasan khusus dalam pengembangan Teaching Industry di perguruan tinggi, (6) perguruan tinggi agar mengembangkan teaching industry untuk mendukung pengembangan klaster inovasi yang berbasis pada produk unggulan daerah, (7) perguruan tinggi agar mendorong pemanfaatan inkubasi teknologi untuk melahirkan start-up unggulan dari hasil penelitian dan pengembangan, melalui pemanfaatan pendanaan riset atau pengabdian masyarakat, dan (8) perguruan tinggi agar membentuk university market (unimart) sebagai showroom untuk memasarkan produk perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Rekomendasi bidang reformasi birokrasi terdiri atas: (1) perguruan tinggi negeri agar melakukan ‘rightsizing' organisasi, memperbaiki proses bisnis organisasi, dan mengurangi jumlah dosen yang menduduki jabatan administratif, (2) perguruan tinggi negeri dan LLDikti agar meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ditandai dengan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), (3) perguruan tinggi negeri agar membentuk dan memberdayakan Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai sarana pemberian layanan secara terpusat kepada masyarakat, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, dan (4) perguruan tinggi negeri dan L2Dikti agar meningkatkan produktivitas dosen (jumlah publikasi) dan meningkatkan utilisasi penggunaan ruangan/sarana-prasarana bersama.

Rekomendasi bidang pengawasan internal terdiri atas: (1) unit kerja agar mengoptimalkan peran Satuan Pengawas Internal sebagai konsultan dan Quality Assurance, (2) unit kerja segera melaksanakan tindak lanjut rekomendasi temuan hasil pengawasan internal dan eksternal serta melaporkannya kepada Inspektorat Jenderal, (3) unit kerja agar segera melakukan ppdating data wajib lapor LHKPN dan melakukan pelaporan E-LHKPN secara tepat waktu sesuai dengan Permenristekdiki Nomor 43 Tahun 2015, dan (4) unit kerja agar mencanangkan serta melaksanakan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM.

Pelaksanaan sebagian besar dari butir-butir rekomendasi tersebut memerlukan dukungan kerja sama, baik dukungan secara langsung maupun tidak langsung. Informasi lebih lengkap dapat diperoleh dari situs Kemenristekdikti

No comments:

Post a Comment